Festival Yosakoi Se-Indonesia Ke-VIII Tahun 2010 di Surabaya, Yosakoi adalah salah satu tarian tradisional dari Kouchi, Jepang. Yosakoi berasal dari kata Yoru sa koi yang artinya “datanglah malam ini”. Ciri khas dari tarian ini adalah properti yang digunakan oleh para penari yaitu Naruko. Naruko adalah alat musik kecrek yang terbuat dari kayu dan mengeluarkan bunyi yang khas. Yosakoi pertama kali diadakan di kota Kouchi Jepang pada tahun 1954 dengan harapan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari resesi ekonomi. Festival Yosakoi biasa ditarikan oleh para penari dalam jumlah besar (tarian massal) kurang lebih 150.000 penari dengan gerakan tari yang dinamis dan enerjik. Oleh karena itu Festival Yosakoi banyak diminati oleh para pemuda-pemudi hingga sekarang telah berkembang di lebih dari 200 tempat di Jepang.
Di Indonesia, Festival Yosakoi pertama kali diadakan di Surabaya untuk meningkatkan hubungan kota kembar (Sister City) Surabaya-Kouchi dalam rangka peringatan tahun persahabatan ASEAN dan Jepang pada tahun 2002. Semenjak itu Festival Yosakoi terus diadakan dan dari tahun ke tahun peserta yang mengikuti festival semakin bertambah dengan kreasi tarian yang semakin apik dan beragam hingga festival tersebut berkembang menjadi Festival Yosakoi seluruh Indonesia.
Pada hari Minggu, 18 Juli 2010 Festival Yosakoi ke-8 diadakan di Taman Bungkul, Surabaya. Acara dimulai sejak pukul 07.00-14.30 WIB. Acara ini diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Jepang Surabaya. Pembukaan dimulai dengan sambutan dari Walikota Kota Kouchi, Jepang. Kemudian dilanjutkan dengan pemukulan Gong sebagai tanda dimulainya festival oleh Konsulat Jenderal Jepang Surabaya.
Dalam Festival Yosakoi tahun ini ada dua kategori yang dilombakan, yakni kategori anak-anak dan kategori umum (dewasa). Peserta yang mengikuti festival sebanyak 139 tim yang tidak hanya berasal dari Surabaya tapi juga dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Malang, dan kota-kota lainnya di Indonesia. Untuk kategori anak-anak sebanyak 10 tim, dan kategori dewasa 129 tim. Juri-juri yang menilai lomba tersebut adalah para ekspatriat Jepang yang tinggal di Surabaya serta 2 orang wakil dari pemerintah kota Kouchi. Penilaian dilakukan secara tim dan perorangan. Poin-poin penilaian meliputi gerakan tari, semangat, kekompakan, ekspresi, dan lain-lain.
Peserta yang mengikuti acara ini selain dari sekolah-sekolah baik SD maupun SMP untuk kategori anak-anak, juga dari SMA, perguruan tinggi juga dari sanggar-sanggar tari untuk kategori dewasa. WEARNES EDUCATION CENTER Malang juga menjadi salah satu peserta Festival Yosakoi di Surabaya tersebut.
Penampilan peserta dibagi menjadi penampilan di panggung dan penampilan pawai (festival) di jalan raya.. Semua peserta menampilkan kreasi tarian sendiri di depan Para juri dan penonton yang memenuhi Taman Bungkul - Surabaya. Tim dari Wearnes menampilkan kerja keras mereka selama tiga bulan latihan di bawah bimbingan pelatih tari (M. Imam Khasan) dengan sangat anggun, lincah dan bersemangat. Setelah penampilan di panggung, tim Wearnes turun ke jalan untuk pawai dan menari di depan para juri pawai. Tim yosakoi dari Wearnes yang kali pertama mengikuti Festival Yosakoi 2010 ini mendapat juara untuk kategori perorangan antar tim, yaitu atas nama :
1. Cinta Rizkia Wijayanti (KS-13)
2. Nenden Dian Nola (IK-4)
3. Laras Artisyan Devi (KS-10)
Pada kategori perorangan penghargaan medali diberikan secara langsung pada saat penampilan pawai oleh para juri pawai (foto terlampir). Sedangkan penyerahan plakat diberikan setelah keseluruhan acara selesai pada pukul 14.30 WIB.(foto terlampir)
Puji syukur kehadirat Tuhan YME, atas prestasi yang diraih. Prestasi ini dapat dicapai berkat jerih payah dari para anggota tim dan pelatih yang senantiasa membimbing dan menempa tim dengan penuh dedikasi dan ketekunan. Serta berkat dukungan dari pihak Management dan para dosen WEARNES EDUCATION CENTER Malang